Jika Engkau Tidak Malu, Maka Berbuatlah Sesukamu

Dari Abu Mas’ud ‘Uqbah bin ‘Amr al-Anshari al-Badri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‘Sesungguhnya salah satu perkara yang telah diketahui manusia (secara turun-temurun) dari kalimat kenabian terdahulu adalah: ‘Jika engkau tidak malu, maka berbuatlah sesukamu.””

Diriwayatkan oleh:

  • Al-Bukhari, kitab al-Adab, bab Idzaa lam Tastahyi fashna’ Maa Syi’-ta (nomor 6120).

Jagalah Allah, Niscaya Allah Menjagamu

Dari Abul ‘Abbas ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia mengatakan: “Pada suatu hari aku pernah di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‘Wahai anak muda, aku akan mengajarimu beberapa kalimat:

‘Jagalah Allah, niscaya Allah menjagamu. Jagalah Allah, maka engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau meminta, maka mintalah kepada Allah, dan jika engkau memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah bahwa seandainya suatu umat berkumpul untuk memberi suatu manfaat kepadamu, maka mereka tidak dapat memberi manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan Allah untukmu. Sebaliknya, jika mereka berkumpul untuk memberi suatu kemudharatan kepadamu, maka mereka tidak dapat memberi kemudharatan kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.”

Hadits shahih, lihat Shahiihul Jaami’ (nomor 7957).

Diriwayatkan oleh:

  • At-Tirmidzi, kitab Shifatul Qiyaamaah (nomor 2516), dan dia berkata: “Hadits ini hasan shahih.”
  • Ahmad, dari ‘Abdullah bin ‘Abbas (I/293) (nomor 2669).

Perintah untuk Bertakwa Dimana Saja, Mengiringi Perbuatan Buruk dengan Perbuatan Baik dan Pergauli Manusia dengan Akhlak yang Baik

Dari Abu Dzarr Jundub bin Junadah dan Abu ‘Abdirrahman Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

“Bertakwalah kepada Allah dimana pun engkau berada, dan iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik maka kebaikan akan menghapuskan keburukan itu, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.”

Hadits hasan, lihat Shahiihul Jaami’ (nomor 97).

Diriwayatkan oleh:

  • At-Tirmidzi, kitab al-Birr wash-Shilah, bab Maa Jaa-a fii Mu’aasyaratin Naas (nomor 1987). At-Tirmidzi berkata: “Hadits ini hasan,” dan dalam sebagian naskah disebutkan: “Hasan shahih.”
  • Ahmad, Musnad al-Anshar dari Abu Dzarr al-Ghiffari (V/153) (nomor 21681).

Kewajiban Berlaku Baik Atas Segala Sesuatu

Dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

“Sesungguhnya Allah mewajibkan berlaku baik atas segala sesuatu. Maka jika kalian membunuh, hendaklah membunuh dengan cara yang baik. Jika kalian menyembelih, maka hendaklah menyembelih dengan cara yang baik, dan hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan pisaunya serta melegakan (membuat nyaman) hewan sembelihannya.”

Diriwayatkan oleh:

  • Muslim, kitab ash-Shaid, bab al-Amru bi Ihsaanidz Dzabhi wal Qatli wa Tahdiidisy Syafrah (nomor 1955).

Jangan Engkau Marah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa seseorang berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Berwasiatlah kepadaku.”

Beliau bersabda: “Jangan engkau marah.”

Orang itu terus mengulanginya (meminta nasihat berkali-kali) kepada beliau, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Jangan engkau marah.”

Diriwayatkan oleh:

  • Al-Bukhari, kitab al-Adab, bab al-Hadzr minal Ghadhab (nomor 6116).

Perwujudan Beriman kepada Allah dan Hari Akhir

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.”

Diriwayatkan oleh:

  • Al-Bukhari, kitab ar-Raqaa-iq, bab Hifzhul Lisaan (nomor 6475).
  • Muslim, kitab al-Iimaan, bab al-Hatstsu ‘alaa Ikraamil Jaar wa Luzuumish Shamt illa ‘anil Khair wa Kaunu Dzaalika Kullihi minal Iimaan (nomor 47).

Tiga Sebab Dihalalkannya Darah Seorang Muslim

Dari Abu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‘Tidak halal darah seorang Muslim kecuali karena salah satu dari tiga perkara; orang yang berzina padahal dia sudah (pernah) menikah, jiwa dibalas dengan jiwa, dan orang yang meninggalkan agamanya (murtad) lagi berpisah dari jama’ah (kaum Muslimin).’”

Diriwayatkan oleh:

  • Al-Bukhari, kitab ad-Diyaat, bab Qauluhu Ta’ala: “Wal Udzun bin Udzun was Sinn…” (nomor 6878).
  • Muslim, kitab al-Qasaamah wal Muhaaribiin, bab Maa Yubaahu bihil Muslim (nomor 1676).
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.